Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.

NTFS atau Windows NT File System, merupakan sebuah sistem berkas yang dibekalkan oleh Microsoft dalam keluarga sistem operasi Windows NT, yang terdiri dari Windows NT 3.x (NT 3.1, NT 3.50, NT 3.51), Windows NT 4.x (NT 4.0 dengan semua service pack miliknya), Windows NT 5.x (Windows 2000, Windows XP, dan Windows Server 2003), serta Windows NT 6.x (Windows Vista).

Sistem berkas NTFS memiliki sebuah desain yang sederhana tapi memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan keluarga sistem berkas FAT. NTFS menawarkan beberapa fitur yang dibutuhkan dalam sebuah lingkungan yang terdistribusi, seperti halnya pengaturan akses (access control) siapa saja yang berhak mengakses sebuah berkas atau direktori, penetapan kuota berapa banyak setiap pengguna dapat menggunakan kapasitas hard disk, fitur enkripsi, serta toleransi terhadap kesalahan (fault tolerance). Fitur-fitur standar sebuah sistem berkas, seperti halnya directory hashing, directory caching, penggunaan atribut direktori, dan atribut berkas tentu saja telah dimiliki oleh NTFS. Bahkan, Microsoft telah menambahkan kemampuan yang hebat ke dalam NTFS agar memiliki kinerja yang tinggi, lebih tinggi daripada sistem berkas yang sebelumnya semacam HPFS atau FAT, khususnya pada ukuran volume yang besar, tetapi juga tetap mempertahankan kemudahan pengoperasiannya. Salah satu keunggulan NTFS dibandingkan dengan sistem berkas lainnya adalah bahwa NTFS bersifat extensible (dapat diperluas) dengan menambahkan sebuah fungsi yang baru di dalam sistem operasi, tanpa harus merombak desain secara keseluruhan (perombakan mungkin dilakukan, tapi tidak secara signifikan).

[sunting] Beberapa Fitur NTFS

Bagian berikut akan memberikan informasi sedikit mengenai beberapa fitur NTFS:

  • NTFS dapat mengatur kuota volume untuk setiap pengguna (dalam NTFS disebut dengan Disk Quota).
  • NTFS mendukung sistem berkas terenkripsi secara transparan dengan menggunakan jenis beberapa jenis algoritma enkripsi yang umum digunakan.
  • NTFS mendukung kompresi data transparan yang, meskipun tidak memiliki rasio yang besar, dapat digunakan untuk menghemat penggunaan ruangan hard disk. Selain itu, NTFS mendukung pembuatan berkas dengan atribut sparse (berkas yang berisi banyak area kosong di dalam datanya) yang umumnya dibutuhkan oleh aplikasi-aplikasi ilmiah.
  • NTFS mendukung hard link (tautan keras) serta symbolic link (tautan simbolis) seperti halnya sistem berkas dalam sistem operasi keluarga UNIX, meskipun dalam NTFS, implementasinya lebih sederhana. Fitur symbolic link dalam NTFS diimplementasikan dengan menggunakan Reparse Point yang awalnya hanya dapat diterapkan terhadap direktori. Windows Vista mengizinkan penggunaan symbolic link terhadap berkas.
  • NTFS mendukung penamaan berkas dengan metode pengodean Unicode (16-bit UCS2) hingga 255 karakter. Berbeda dengan sistem berkas FAT yang masih menggunakan pengodean ANSI (8-bit ASCII) dan hanya berorientasi pada format 8.3. Penggunaan nama panjang dalam sistem berkas FAT akan menghabiskan lebih dari dua entri direktori. Tabel di bawah ini menyebutkan karakteristik perbandingan antara NTFS dengan sistem berkas FAT32 dan FAT16.
  • NTFS memiliki fitur untuk menampung lebih dari satu buah ruangan data dalam sebuah berkas. Fitur ini disebut dengan alternate data stream.

Tabel Perbandingan Karakteristik NTFS dengan FAT32 dan FAT16

Karakteristik NTFS FAT32 FAT16
Jumlah berkas dalam satu volume 232-1 berkas 228 berkas 228 berkas
Berkas atau subdirektori setiap direktori Tidak terbatas 216-2 berkas atau direktori 216-2 berkas atau direktori
Kompatibilitas dengan sistem operasi DOS Tidak Tidak Ya
Dapat dual-booting dengan Windows 95/98 Tidak Ya (Windows 95 OSR 2.0 ke atas) Ya (Semua versi)
Kompresi data transparan Ya Tidak Tidak
Enkripsi Transparan Ya (versi 3.0 ke atas) Tidak Tidak
Penetapan kuota ruangan untuk tiap pengguna Ya Tidak Tidak
Ukuran berkas maksimum 264 - 1 byte 232 - 1 byte 232 - 1 byte
Ukuran cluster minimum 512 bytes (1 sektor) 512 bytes (1 sektor) 512 bytes (1 sektor)
Ukuran cluster maksimum 64 KB (32 sektor) 64 KB (32 sektor) 64 KB (32 sektor)
Ukuran partisi maksimum 232 cluster 4,177,198 cluster 2 Gigabyte (bisa sampai 4 Gigabyte pada Windows NT)
Jumlah berkas tiap partisi 232 - 1 berkas 228 berkas 216 berkas
Jumlah direktori tiap partisi Tidak Terbatas 216 - 2 direktori 216 - 2 direktori

[sunting] Versi NTFS

Selama 16 tahun perkembangan Windows NT (1991-2007), NTFS telah beberapa kali mengalami perbaikan fungsi dan fitur. Meskipun terjadi beberapa kali perbaikan fungsi dan fitur, antar setiap versi tersebut masih terdapat kompatibilitas yang sangat dibutuhkan oleh sistem-sistem lama. Berikut ini adalah beberapa versi NTFS:

  • NTFS versi 1.0 merupakan versi yang datang bersama dengan Windows NT 3.1. Versi ini menawarkan fungsi yang sangat dasar, tetapi sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan sistem berkas FAT yang saat itu telah digunakan.
  • NTFS versi 1.1 merupakan versi yang datang bersama dengan Windows NT 3.50. Versi ini menambahkan dukungan terhadap pengaturan akses secara diskrit (discretionary access control).
  • NTFS versi 1.2 merupakan versi yang datang bersama dengan Windows NT 4.0. Versi ini menambahkan dukungan terhadap auditing setiap berkas dan juga kompresi transparan.
  • NTFS versi 2.0 tidak dirilis secara umum, karena berbagai kendala yang dialaminya, yang tidak diumumkan oleh Microsoft (Microsoft menggagalkan proyek NTFS versi 2.0, dan langsung menginjak NTFS versi 3.0, mengingat banyaknya fitur yang ditambahkan ke dalam versi 3.0).
  • NTFS versi 3.0 merupakan versi yang datang bersama dengan Windows 2000. Versi ini menawarkan banyak peningkatan dibandingkan dengan versi sebelumnya. Di antaranya adalah penetapan kuota kepada setiap pengguna, Encrypting File System (EFS), sistem keamanan yang dapat diatur dari server pusat, fitur indeksasi terhadap properti dan isi setiap berkas, dan lain-lain. Selain itu, versi 3.0 juga menawarkan dukungan kepada struktur selain MBR (Master Boot Record), yakni GPT (GUID Partition Table) dan LDM (Logical Disk Management).
  • NTFS versi 3.1 merupakan versi yang datang bersama dengan Windows XP Service Pack 1 dan Windows Server 2003. Versi ini menawarkan perbaikan yang minor yang terjadi dalam versi sebelumnya (khususnya di bidang performa), dan juga penggantian algoritma enkripsi yang digunakan oleh EFS dari DESX atau 3DES menjadi AES-256.

Meskipun memiliki keunggulan dibandingkan dengan sistem berkas FAT, desain internal NTFS sebenarnya didasarkan pada struktur disk berbasis Master Boot Record, sama seperti halnya sistem berkas FAT16 atau FAT32. Dengan menggunakan struktur yang didasarkan atas penggunaan MBR untuk mengolah semua berkas yang dapat disimpan di dalam sebuah disk, maka perpindahan atau migrasi dari sistem berkas FAT menuju NTFS pun mudah dilakukan: hanya mengubah beberapa komponen sistem FAT menjadi NTFS saja. Selain itu, struktur MBR merupakan salah satu cara pengalokasian berkas-berkas dalam hard disk yang sangat populer dan paling umum digunakan, karena skema pengalokasian disk dengan MBR digunakan pada platform Intel x86. Ada lima buah program yang dapat digunakan untuk membuat sebuah volume NTFS, yaitu Disk Administrator (pada Windows NT 3.1, Windows NT 3.5 dan Windows NT 3.51, Disk Management snap-in (pada versi keluarga Windows NT 5.x), serta tiga buah utilitas yang berbasis command-line yaitu format.com (pada semua versi Windows NT), utilitas diskpart.exe, dan utilitas convert.exe.

Sun Microsystem saat ini sedang mempertimbangkan untuk merilis sistem operasi OpenSolaris dibawah lisensi General Public License (GPL), seperti yang diutarakan oleh pendiri sekaligus bos Sun, Scott McNealy. Sebelumnya perlu diketahui, kalau Sun telah merilis secara resmi mayoritas kode sumber Java dibawah lisensi GPL hari Selasa lalu.

OpenSolaris, adalah sistem operasi open source buatan Sun yang saat ini berada dilisensikan dibawah Common Development and Distribution License (CDDL), salah satu lisensi yang telah disetujui, diakui dan disahkan oleh Open Source Initiative (OSI).

Debut Sistem Operasi OpenSolaris

Sun dan komunitas OpenSolaris pada hari ini senin meluncurkan secara resmi versi pertama sistem operasi OpenSolaris open-source, yang sebelum sekarang ini hanya tersedia dalam versi pra-rilis untuk pengembang. Rilis tersebut akan berlangsung di konferensi pengembang Community One di San Fransisco.

Versi untuk mesin x86, sebesar 686 MBytes telah tersedia untuk didownload disini.
Secara teknis hanya versi pra-rilis yang tersedia sebelum sekarang ini. Dasar kode Solaris itu sendiri telah dibuka sejak tahun 2005. Sekarang kita bisa mendapatkan link untuk download-dan-install seluruh sistem operasi OpenSolaris.

Pada hari senin ini juga Sun meluncurkan open source IDE NetBeans 6.1dan pra-rilis Netbeans untuk pengembang PHP (Hypertext Preprocessor).
OpenSolaris mungkin akan membuat kejutan dalam penyimpanan web. Sun mengatakan para pengembang dapat membuat sebuah server penyimpanan OpenSolaris hanya dengan 10 menit menggunakan softwarenya.



Sun Rilis OpenSolaris 2008.11Linux Center Fri, 05 Dec 2008 09:09:00 WIB

Sun Microsystem, mengumumkan kehadiran Solaris versi open source, yaitu OpenSolaris 2008.11 yang merupakan versi stabil kedua. Pada rilis ini, OpenSolaris lebih cepat, lebih berkinerja, dan lebih baik dari versi sebelumnya.Di versi ini Sun mengikutsertakan teknologi terbaru dan aplikasi terbaru untuk memperkuat sistem operasi tersebut, seperti OpenOffice.Org 3 atau driver untuk wireless. OpenSolaris kini lebih stabil, secure, berkinerja dan dapat diandalkan untuk kegiatan komputasi sehari-hari, dan yang pasti free, karena bersifat open source.

Fitur:· ZFS Filesystem;· GNOME 2.24;· Mozilla Firefox 3.0;· OpenOffice.org 3.0;· NetBeans dan Eclipse (editor untuk Java);· Songbird (player);· Transmission (BitTorrent client);· Gobby (text editor);· Tracker (Desktop search tool);· Dukungan terhadap printer yang lebih baik;· Peningkatan paket perangkat lunak yang ada;· Software updates;· Situs repositori yang baru;· Driver untuk jaringan tanpa kabel (wireless) yang lebih baik;· Dukungan terhadap perangkat keras lebih baik;· Sistem installer otomatis (mendukung instalasi secara lokal dan jaringan);· Dan masih banyak lagi.Sun sendiri tengah merencanakan dan siap mengembangkan versi kelanjutan dari OpenSolaris, yaitu OpenSolaris 2009.04. Menurut rencana, versi terbaru tersebut akan dirilis pada bulan April 2009.

Zones: Virtualisasi di OpenSolaris

Seperti Linux atau BSD, OpenSolaris adalah salah satu sistem operasi yang dikembangkan komunitas, namun ia disponsori Sun Microsystems. Banyak yang kini tertarik mempelajari atau menggunakan OpenSolaris. Rami Rosen dalam sebuah artikel mengangkat masalah virtualisasi di OpenSolaris dan mencoba mengungkapkan plus-minus terhadap virtualisasi di OS lainnya.Zones adalah mekanisme yang memungkinkan isolasi lingkungan sebagai subset untuk privilege dari sistem operasi utama ('host operating system').

Dengan demikian dimungkinkan menjalankan aplikasi di salah satu zone tanpa modifikasi seperti kemampuan dimiliki virtualisasi Xen yang umum digunakan di Linux. Jadi, fitur 'zones' juga bermanfaat untuk konsolidasi server, menyelaraskan beban ('load balancing') dan banyak keuntungan virtualisasi lainnya.Dibandingan dengan solusi virtualisasi lainnya, zone diklaim memiliki kelebihan dalam mekanisme berkomunikasi dengan kernel yaitu menggunakan 'doors' yang direalisasikan sebagai sebuah 'virtual file system (doorfs)', sementara yang lain umumnya menggunakan 'kernel dispatcher'.

LINUX OPENSOLARIS

Kelebihan Linux

1. Linux merupakan sistem operasi bebas dan terbuka. Sehingga dapat dikatakan, tidak terdapat biaya lisensi untuk membeli atau menggunakan Linux.
2. Linux mudah digunakan. Dulu, Linux dikatakan merupakan sistem operasi yang sulit dan hanya dikhususkan untuk para hacker. Namun, kini, pandangan ini salah besar. Linux mudah digunakan dan dapat dikatakan hampir semudah menggunakan Windows.
3. Hampir semua aplikasi yang terdapat di Windows, telah terdapat alternatifnya di Linux. Kita dapat mengakses situs web Open Source as Alternative untuk memperoleh informasi yang cukup berguna dan cukup lengkap tentang alternatif aplikasi Windows di Linux.
4. Keamanan yang lebih unggul daripada Windows. Dapat dikatakan, hampir semua pengguna Windows pasti pernah terkena virus, spyware, trojan, adware, dsb. Hal ini, hampir tidak terjadi pada Linux. Di mana, Linux sejak awal didesain multi-user, yang mana bila virus menjangkiti user tertentu, akan sangat sangat sangat sulit menjangkiti dan menyebar ke user yang lain. Pada Windows, hal ini tidaklah terjadi. Sehingga bila dilihat dari sisi maintenance / perawatan data maupun perangkat keras-pun akan lebih efisien. Artikel yang menunjang argumen ini:
o Linux dan Virus.
o Melindungi Windows dari serangan virus dengan menggunakan Linux.
5. Linux relatif stabil. Komputer yang dijalankan di atas sistem operasi UNIX sangat dikenal stabil berjalan tanpa henti. Linux, yang merupakan varian dari UNIX, juga mewarisi kestabilan ini. Jarang ditemui, komputer yang tiba-tiba hang dan harus menekan tombol Ctrl-Alt-Del atau Restart untuk mengakhiri kejadian tersebut. Sehingga, tidaklah mengherankan bila Linux mempunyai pangsa pasar server dunia yang cukup besar. Dari hasil riset IDC, pangsa pasar server dunia yang menggunakan Linux pada tahun 2008 akan mencapai 25,7 % (dapat dibaca di eweek.com).
6. Linux mempunyai kompatibilitas ke belakang yang lebih baik (better backward-compatibilty). Perangkat keras (hardware) yang telah berusia lama, masih sangat berguna dan dapat dijalankan dengan baik di atas Linux. Komputer-komputer yang lama ini tidak perlu dibuang dan masih dapat digunakan untuk keperluan tertentu dengan menggunakan Linux (sebagai penunjang informasi dapat membaca artikel "Don’t Throw That Old PC Away–Give It New Life with Linux"). Selain itu, tidak pernah ditemui dokumen-dokumen yang lebih baru tidak dapat dibaca pada Linux versi yang lebih lama. Pada Windows, kita seakan dituntut untuk terus mengikuti perkembangan perangkat keras. Sebagai contoh, beberapa bulan lalu, telah dirilis Windows Vista. Beberapa dokumen yang dibuat dalam Windows Vista tidak dapat dibuka dalam Windows XP. Sehingga, mau tidak mau, kita harus beralih ke Windows Vista, dan itu berarti meng-upgrade atau membeli perangkat keras (hardware) baru yang lebih bagus (perangkat keras minimum Windows Vista dapat dilihat Microsoft.com). Atau, bisa jadi ada aplikasi-aplikasi yang dibuat beberapa tahun yang lalu tidak dapat dibuka lagi di Windows Vista, karena sudah
tidak didukung lagi oleh Microsoft.

Kekurangan Linux

1. Banyak pengguna yang belum terbiasa dengan Linux dan masih ‘Windows minded’. Hal ini dapat diatasi dengan pelatihan-pelatihan atau edukasi kepada pengguna agar mulai terbiasa dengan Linux.
2. Dukungan perangkat keras dari vendor-vendor tertentu yang tidak terlalu baik pada Linux. Untuk mencari daftar perangkat keras yang didukung pada Linux, kita dapat melihatnya di Linux-Drivers.org atau LinuxHardware.org.
3. Proses instalasi software / aplikasi yang tidak semudah di Windows. Instalasi software di Linux, akan menjadi lebih mudah bila terkoneksi ke internet atau bila mempunyai CD / DVD repository-nya. Bila tidak, maka kita harus men-download satu per satu package yang dibutuhkan beserta dependencies-nya.
4. Bagi administrator sistem yang belum terbiasa dengan Unix-like (seperti Linux), maka mau tidak mau harus mempelajari hal ini. Sehingga syarat untuk menjadi administrator adalah manusia yang suka belajar hal-hal baru dan terus-menerus belajar.

Melalui Open Solaris kita dapat mengembangkan aplikasi-aplikasi network, membangun network virtual, menyimpan file-file kuliah atau kerja sehingga aman dari para hacker maupun virus berbahaya. Fasilitas lainnya adalah CD Installernya yang bebas digunakan dan didistribusikan juga support dapat diperoleh jika ada trouble.

Open Solaris (OS) dilengkapi dengan teknologi ZettaByte Filesystem, Image Packaging System, Predictive Self-Healing, Secure Execution, Compatibility Guarantee dan Dynamic Tracing (DTrace) Solaris Containers yang menjadi topik pembahasan Sunson#8. ZFS adalah advance file system yang menjaga keamanan data, mencegah korupsi dan kerusakan data, juga dilengkapi kemampuan snapshot. Containers adalah metode untuk memanage aplikasi container pada satu mesin.
Imaging Package System (IPS) memudahkan user untuk menambah software-software pada OS tanpa harus meng-compile sourcenya. Time Slider, untuk memuat kembali data berdasarkan waktu dan Predictive Self Healing untuk mengurangi ‘downtime’, mendeteksi eror dengan cepat, dan menyederhanakan reportase eror. Sedangkan DTrace pada intinya membantu user menemukan masalah pada sistem dengan cepat dan mengoptimasi kode secara realtime.

]DTrace atau Dynamic tracing framework merupakan sebuah fitur sistem operasi yang diperkenalkan bersama Sun’s Solaris akhir tahun 2003. Dengan DTrace programmer dan systems administrator dapat melakukan \’trace\’ atau menelusuri kernel dan aplikasi di sistem yang sedang jalan (produktif) dalam upaya menemukan kekliruan.
Dengan demikian DTrace memiliki kemampuan yang memadai dalam untuk tracking daripada solusi yang ada sebelumnya. Setelah Sun Microsystems membebaskan kode sumbernya awal 2005, alat ini kemudian menjadi platform software yang kemudian diadopsi sistem operasi lain termasuk OpenSolaris, Mac OSX dan FreeBSD.

DTrace adalah Infrastruktur atau alat yang dilengkapi dengan AD Trace language dan interpreter (penerjemah). DTrace menjadi infrastruktur yang tangguh dan membolehkan developers untuk diagnosa system and tingkah laku applikasi.
Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan DTrace yakni Probe, Aggregasi, Predikat dan Features. Berikut beberapa penjelasan singkat dari beberapa istilah tersebut.
Probe mengacu dari instrumentation dengan dengan namespace schema – Provider: Module: Function : Name.
Provider – merepresentasikan sebuah metodologi untuk melakukan instrumentasi terhadap system
Module – Nama dari DTrace kernel module atau user library.
Function – Nama dari program fungsi
Name – Nama dari probe contoh: “fbt:zfs:arc_read:entry”


Aggregasi
Sintaks Aggregasi Dtrace adalah @name[ keys ] = aggfunc ( args ). Sintaks ini dapat didefenisikan sebagai berikut :
name – Name variabel aggregasi yang didahului oleh karakter @.
keys – Kumpulan ekspresi D yang dipisahkan oleh simbol koma
aggfunc – Salah satu fungsi-fungsi aggregasi DTrace
args – Kumpulan argumen yang sesuai dengan fungsi aggregasi dipisahkan oleh simbol koma
Predikat.
Program D terdiri dari sekumpulan klausa-klausa probe. Klausa probe memiliki bentuk umum sebagai berikut:
probe descriptions
/ predicate /
{
action statements
}
Berikutnya adalah
Features
Dynamic instrumentation Zero probe effect ketika disable
Instrumentationnya disatukan atau sekaligus Instrument kernel dan applications yang dapat menelusuri flow-control melintas tanpa batas.
Kernel instrumentation. Instrumen terdapat di-kernel subsystems seperti virtual memory, synchronization, scheduler

Data Integrity dalam arti setiap error system atau program selalu dilaporkan
Sebagai fitur yang paling digemborkan dalam Solaris versi 10, DTrace dapat digunakan sebagai:
DebuggingUntuk mengetahui rutin-rutin apa yang sedang dipanggil, argumen dan nilai balik dari setiap fungsi-fungsinya
Analisa KinerjaDapat diamati dimana aplikasi banyak menggunakan waktunya dan berapa lama. Digunakan untuk menggali lebih dalam dan menemukan penyebab utama masalah kinerja
ObservabilitasDTrace membantu pemahaman terhadap sistem. Dapat diketahui siapa yang memanggil sebuah fungsi dan fungsi-fungsi lain apa yang dipanggil oleh satu fungsi tertentu yang sedang dipanggil

Jangkauan Kode (Code Coverage)Sebagai piranti pengetes, DTrace digunakan untuk mengetahui apakah sebuah fungsi dipanggil dan dimana
Dengan Tools yang ada DTrace dapat membolehkan user untuk :
Enable probes dengan cara : #dtrace -n BEGIN
Run D-language scripts dengan cara : # dtrace -s scriptQu.d
Mengamati properties dari DTrace framework di system yang bersangkutan dengan cara : #dtrace –l

Tentang OpenSolaris:
OpenSolaris project adalah proyek sumber terbuka yang di sponsori oleh Sun Microsystems, Inc, yang mulanya terdiri atau merupakan bagian (subset) dari kode sumber Sistem Operasi Solaris OS. Diharapkan menjadi mata rantai antara pengembang Sun dan komunitas pengembang lainnya berkolaborasi guna mengembangkan dan meningkatkan teknologi sistem operasi. Untuk itu, kode sumber OpenSolaris dapat dimanfaatkan (CDDL open-source license), termasuk sebagai basis dari produk Solaris OS mendatang, proyek-proyek sistem operasi lainnya, produk maupun distribusi pihak ketiga.Sebagai modal pertama proyek OpenSolaris tersedia core kernel, libraries dan commands berasal dari yang saat ini didistribusikan bersama Solaris OS. Dalam waktu berjalan diharapkan akan membuahkan komponen-komponen tambahan.

Perbedaan utama antara OpenSolaris project dan Solaris Operating System adalah bahwa proyek OpenSolaris tidak menyediakan produk siap pakai bagi end-user maupun sebuah distribusi lengkap. Untuk itu ia merupakan sebuah open source code base, build tools yang dibutuhkan untuk mengembangkannya, dan infrastruktur untuk berkomunikasi dan berbagi informasi terkait. Dukungan untuk kode pemrograman berada ditangan komunitas sementara Sun tidak resmi mendukung distro OpenSolaris

Multimedia pada Opensolaris2008.05
Opensoalris2008.05 sekarang sudah lebih interaktif dan kaya akan multimedia yang membuat pengguna salah satu distro Solaris jadi mudah untuk menikmati suguhan film maupun music. Setelah sebelumnya aplikasi Songbird berjalan pada opensolaris2008.05 yang memudahkan dalam mendengar music, untuk ini solaris menambahkan pemutar film/video pada opensolaris2008.05 sehingga pemakai distro ini akan lebih menikmati film kesukaan nya.
Realplayer merupakan salah satu aplikasi pemutar video yang sangat baik. Segala jenis file video dapat diputar pada realplayer dan akan menghasilkan video dengan kualitas gambar yang baik. Realplayer dapat diinstall pada opensolaris2008.05 dengan mendownload packet realplayer kemudian install pada directory kerja opensolaris2008.05. Biasanya packet yang diberikan masih dalam bentuk file tar.gz (file extrakkan untuk solaris). Extrak file tersebut kemudian lakukan install untuk realplayer.
Sebelum file realplayer di install buat salah satu directory untuk realplayer agar lebih mudah dieksekusi waktu penginstallan missalnya pada directory /opt. Setelah itu coba install file realplayer yang telah di extrak. Agar lebih mudah pada penginstallan realplayer coba jalankan pada area GUI opensolaris200.05.

"Open Solaris- Operating System”

Adhari C Mahendra, Open Solaris User Group Indonesia. Pembicara menjelaskan Open Solaris sebagai Operating System (OS) yang berbasiskan open source, teknologi-teknologinya, serta komunitas Open Solaris.Open Solaris seperti yang dikatakan Mahendra, dirilis pada bulan Mei 2008. OS ini berisikan invasi-inovasi teknologi terbaru dari Sun Microsystem. Dengan OS ini user dapat mengembangkan aplikasi-aplikasi network, membangun network virtual , menyimpan file-file pekerjaan yang aman dari para hacker dan virus, dan banyak lagi kemudahan lainnya. CD Installer bebas digunakan dan didistribusikan juga support dapat diperoleh jika ada trouble. Sebelumnya Sun Microsystem telah mengeluarkan versi enterprise, yaitu Solaris. Berbeda dengann Open Solaris, Solaris tidak Open Source. Namun demikian, "Belum tentu teknologi terbaru ada di Solaris, justru inovasi-inovasi terbaru itu biasanya ada di Open Solaris," ujar Adhari. Open Solaris di update setiap 6 bulan sekali, sedangkan Solaris setiap 3-5 tahun.

Keunggulan OpenSolaris
Dilihat dari segi engineering, Open Solaris memiliki keunggulan-keunggulan dalam hal performansi, keamanan, kemudahan manajemen, ketersediaan servis, dan mudah disesuaikan (compatible). Teknologi-teknologi pada Open Solaris diantaranya Zettabyte File System (ZFS), Containers, Dtrace, dan Image Packaging Systems (IPS). ZFS merupakan advance file system yang menjaga keamanan data, mencegah korupsi dan kerusakan data, juga dilengkapi dengan kemampuan snapshot. Containers adalah metode untuk memanage banyak aplikasi container pada satu mesin. DTrace merupakan perangkat yang dapat membantu user menemukan masalah pada sistem dengan cepat dan mengoptimasi kode secara realtime. Imaging Package System (IPS) memudahkan user untuk menambah software-software pada OS tanpa harus meng-compile sourcenya.



Teknologi lain yang akan dirilis pada November mendatang adalah sbb:
Time Slider, untuk memuat kembali data berdasarkan waktu
Fredictive Self Healing untuk mengurangi 'downtime', mendeteksi eror dengan cepat, dan menyederhanakan reportase eror.
Open Solaris dilengkapi dengan aplikasi NetBeans IDE dan Sun Studio Tools, keduanya merupakan produk keluaran Sun Microsystem.

Pengertian OpenSolaris
"OpenSolaris merupakan suatu bentuk kemajuan besar dalam pengembangan dan penyebaran Sistem Operasi. OpenSolaris mengkombinasikan dasar teknologi dan perlengkapan Solaris yang kuat dengan fitur dan aplikasi desktop moderen yang dikembangkan oleh komunitas open source seperti GNOME, Mozilla dan Free Software Foundation," kata Stephen Lau, anggota OpenSolaris Governing Board. Sistem Operasi OpenSolaris didisain sebagai platform bagi inovasi yang memungkinkan para pengembang untuk dapat dengan cepat mengembangkan, menguji, memecahkan masalah dan mengimplementasikan layanan web mereka yang baru, HPC dan aplikasi-aplikasi jaringan. Instalasi LiveCD dan OpenSolaris Image Packaging System (IPS) berbasis-jaringan yang baru menyederhanakan dan mempercepat instalasi dan integrasi dengan aplikasi pihak-ketiga. OpenSolaris IPS meningkatkan kecepatan instalasi dan keakuratan dengan menyediakan kontrol aplikasi serta ketergantungan yang lebih baik dan menawarkan pengelolaan sistem yang mudah digunakan.

Fitur-fitur Utama OpenSolaris
Tinjauan Fitur ZFSZFS menyajikan model penyimpan ter-pool yang secara lengkap menghilangkan konsep volume dan masalah-masalah terkaitnya seperti partisi, provisioning, lebar-pita yang terbuang dan penyimpan yang dan strdaned storage. Ribuan sistem file dapat dibuat dari pool penyimpan bersama, masing-masing sistem file mengkonsumsi hanya ruang yang dibutuhkannya saja. Lebar-pita gabungan semua perangkat di dalam pool tersedia untuk semua sistem file setiap saat. Semua metadata di disk secara dinamis dialokasikan.ZFS menggunakan mekanisme “copy-on-write” untuk semua operasi I/O. Ini artinya, ketika dilakukan perubahan data, semua perubahan data (dan meta-data) disalin. Setelah penyalinan lengkap, perubahan yang dilakukan telah konsisten. Jika sistem mengalami kegagalan atau masalah, data orisinal masih dapat ditemukan. Ini meniadakan kebutuhan terhadap journalling/logging, dan menjalankan fsck. Lihat http://www.sun.com/bigadmin/features/articles/zfs_part1.scalable.jsp#transaction untuk deskripsi yang jelas tentang bagaimana mekanisme ini bekerja.Untuk menjamin proteksi terhadap korupsi data, ZFS melakukan end-to-end in-memori checksumming. Checksum tidak disimpan bersama di dalam blok data, tetapi di dalam metadata yang menyimpan alamat-alamat blok data. Tentunya, metadata sendiri juga di- checksummed. Penjelasan ini dapat ditemui di http://www.sun.com/bigadmin/features/articles/zfs_part1.scalable.jsp#checksumming.Pool ZFS dapat dibilas “scrubbed” (checksum semua data dan metadata diperiksa), ketika sedang digunakan untuk memeriksa kesalahan tersembunyi (silent errors) akibat cacat perangkat keras atau kegagalan disk. Untuk mereplikasi data, ZFS secara otomatis memperbaikai kesalahan. Lihat zpool(1M).“Snapshot” adalah versi hanya-dibaca dari sebuah sistem file atau volume. Volume adalah sebuah pool penyimpan-data yang terlihat sebagai perangkat block/karakter. Ketika snapshot diciptakan, tidak ada penyimpan-data yang digunakan. Selama perubahan dilakukan terhadap sistem file/volume orisinal, copy-on-write memungkinkan terjadinya perubahan tersebut, tetapi menyalin data orisinal ke snapshot. Ini menjadikan penciptaan snapshot terjadi sangat cepat. “Klon” adalah salinan dapat-ditulis sistem file atau volume. Klon tidak menggunakan penyimpan-data ketika diciptakan. Lagi, copy-on-write digunakan ketika perubahan-perubahan dilakukan terhadap orginal sistem file atau klon-nya.ZFS backups dan restore menggunakan snapshots. Tidak ada pembatasan praktis banyaknya snapshot, file, sistem file, atribut file, direktori, perangkat, atau penyimpan data. (Terdapat limit, tetapi secara umum adalah 2**48 atau lebih). ZFS menggunakan teknik pipelining (mirip dengan CPU pipelining), caching, dan pre-fetching untuk meningkatkan parallelisme dan kinerja. Lihat http://www.sun.com/bigadmin/features/articles/zfs_part1.scalable.jsp#scalability untuk rincian informasi skalabilitas.
Terdapat beberapa mekanisme kompresi di ZFS. Selain data, hampir semua meta data dikompresi.Hanya diperlukan 2 perintah, zfs(1M) dan zpool(1M) untuk administrasi ZFS.
Fitur DTraceDTrace adalah piranti yang secara dinamis merunut aplikasi dan kernel. DTrace dapat merunut semua hal yang dilakukan oleh aplikasi, dari tingkat pengguna ke dalam kernel dan kembali ke tingkat pengguna.DTrace dirancang sehingga dapat digunakan di lingkungan produksi. Ketika DTrace secara aktif digunakan, tidak ada beban-kerja tambahan di sistem. Tidak diperlukan juga penambahan instrumentasi (kode pemograman) tertentu di perangkat lunak aplikasi atau kernel agar dapat menggunakan Dtrace.DTrace dapat digunakan untuk:
Debugging – Dengan DTrace, dapat diketahui rutin-rutin apa yang sedang dipanggil, argumen dan nilai balik dari setiap fungsi-fungsinya.
Analisa Kinerja– Dengan DTrace, dapat diamati dimana aplikasi banyak menggunakan waktunya dan berapa lama. Digunakan untuk menggali lebih dalam dan menemukan penyebab utama masalah kinerja.
Observabilitas – DTrace membantu pemahaman terhadap sistem. Dapat diketahui siapa yang memanggil sebuah fungsi dan fungsi-fungsi lain apa yang dipanggil oleh satu fungsi tertentu yang sedang dipanggil.
Jangkauan Kode (Code Coverage) – Sebagai piranti pengetes, DTrace digunakan untuk mengetahui apakah sebuah fungsi dipanggil dan dimana.
Manajemen KegagalanThe Fault Management framework (FMA) adalah fitur baru Solaris yang memungkinkan sistem secara aktif mencegah, mendiagnosa, dan memulihkan dari kegagalan. Administrator disajikan interaksi terbimbing ketika campur-tangan diperlukan untuk menangani kegagalan. FMA juga mencoba mengisolasi masalah sehingga kegagalan tidak mempengaruhi keseluruhan sistem. Tersedia berbagai API program penggerak perangkat untuk penanganan kegagalan.Zona (Zones)Zona mengimplementasikan sebuah abstraksi sistem operasi yang memungkinkan beberapa aplikasi berjalan secara terisolasi satu dengan lainya di perangkat keras fisik yang sama. Misalnya, sebuah sistem dapat memiliki sebuah zona pengembangan, sebuah zona pengetesan dan sebuah zona produksi. Semua zona berjalan di satu kernel. Tidak ada kernel yang terpisah untuk setiap zona. Masalah di kernel dapat mempengaruhi semua zona.Satu zona disebut zona “global”. Semuanya terlihat di dalam zona global. Aplikasi yang berjalan di dalam zona tidak akan terlihat oleh aplikasi lain di zona yang lain. Misalnya, perintah ps(1) di dalam sebuah zona hanya menampilkan proses-proses di dalam zona tersebut.Zona yang digunakan bersama fasilitas manajemen sumber daya disebut ”Containers”. Biasanya, istilah zona dan container dapat dipertukarkan. Manajemen sumber daya memungkinkan administrator mengontrol berbagai sumber daya terdiri dari utilisasi CPU, lebarpita jaringan, batasan proses dan thread, utilisasi memori dan utilisasi HBA.Beban-kerja untuk menjalankan aplikasi di dalam zona biasanya kurang dari 1% CPU.Zona Branded memungkinkan aplikasi yang berjalan di dalam zona memiliki lingkungan sistem operasi yang berbeda. Zona brdaned “lx” mengimplementasikan aplikasi-aplikasi linux berjalan di dalam zona.

MENUJUMU


Saat ini aku terendap lara
Tenggelam didalam penyesalan
Ketika semua seakan pergi
Hempaskan aku di jalanmu
Diatas kertas putih ini
Ku goreskan hitamnya jiwa
Bersama lautan dosa
Tergambar jelas di satu sisi
Sucikan tuhan jiwaku
iarkanlah meraihmu
Menembus dimensi waktu
Kembali dijalanmu

Seks Dalam Istilah Komputer
Category: Komputer dan Teknologi
Ejakulasi Dini : Peristiwa dimana komputer terlalu cepat keluar dari programnya. Ketika komputer sedang diaktifkan, tiba-tiba sudah exit dan tidak bisa melanjutkan programnya. Peristiwa ini sangat dirisaukan oleh pengguna komputer. Biasanya pengguna komputer akan mencari orang yang pakar dalam mengatasi masalah ini.
Menopause : Komputer generasi lama WS dan Lotus yang sudah tidak bisa diaktifkan lagi. Biasanya komputer jenis ini sudah ditinggalkan penggunanya. Jika dipaksakan komputer jenis ini, tidak akan menghasilkan produk.
Orgasme : Adalah rasa senang yang dialami pengguna komputer karena terlalu asyik dan larut dalam menggunakan komputer. Perasaan ini bisa membuat pengguna komputer lupa daratan dan tentunya dapat mengurangi produktifitas dan efektifitas etos kerja.
Penetrasi : Adalah istilah yang populer ketika seseorang memasukan disket ke dalam drive A atau drive B. Setelah d isket dimasukan, maka akan terjadi interaksi didalam CPU. Disket akan mengeluarkan program sesudah dimasukan ke drive A atau B.
Masturbasi : Adalah kelainan komputer dalam mengeluarkan program karena menyalahi prosedur yang lazim. Biasanya ini terjadi pada komputer yang jarang sekali dipakai oleh pengguna komputer. Untuk menghindarkan hal ini, sebaiknya komputer sering diaktifkan.

welcome to the my blog!!!!!!!!