Melalui Open Solaris kita dapat mengembangkan aplikasi-aplikasi network, membangun network virtual, menyimpan file-file kuliah atau kerja sehingga aman dari para hacker maupun virus berbahaya. Fasilitas lainnya adalah CD Installernya yang bebas digunakan dan didistribusikan juga support dapat diperoleh jika ada trouble.
Open Solaris (OS) dilengkapi dengan teknologi ZettaByte Filesystem, Image Packaging System, Predictive Self-Healing, Secure Execution, Compatibility Guarantee dan Dynamic Tracing (DTrace) Solaris Containers yang menjadi topik pembahasan Sunson#8. ZFS adalah advance file system yang menjaga keamanan data, mencegah korupsi dan kerusakan data, juga dilengkapi kemampuan snapshot. Containers adalah metode untuk memanage aplikasi container pada satu mesin.
Imaging Package System (IPS) memudahkan user untuk menambah software-software pada OS tanpa harus meng-compile sourcenya. Time Slider, untuk memuat kembali data berdasarkan waktu dan Predictive Self Healing untuk mengurangi ‘downtime’, mendeteksi eror dengan cepat, dan menyederhanakan reportase eror. Sedangkan DTrace pada intinya membantu user menemukan masalah pada sistem dengan cepat dan mengoptimasi kode secara realtime.
]DTrace atau Dynamic tracing framework merupakan sebuah fitur sistem operasi yang diperkenalkan bersama Sun’s Solaris akhir tahun 2003. Dengan DTrace programmer dan systems administrator dapat melakukan \’trace\’ atau menelusuri kernel dan aplikasi di sistem yang sedang jalan (produktif) dalam upaya menemukan kekliruan.
Dengan demikian DTrace memiliki kemampuan yang memadai dalam untuk tracking daripada solusi yang ada sebelumnya. Setelah Sun Microsystems membebaskan kode sumbernya awal 2005, alat ini kemudian menjadi platform software yang kemudian diadopsi sistem operasi lain termasuk OpenSolaris, Mac OSX dan FreeBSD.
DTrace adalah Infrastruktur atau alat yang dilengkapi dengan AD Trace language dan interpreter (penerjemah). DTrace menjadi infrastruktur yang tangguh dan membolehkan developers untuk diagnosa system and tingkah laku applikasi.
Ada beberapa istilah yang berkaitan dengan DTrace yakni Probe, Aggregasi, Predikat dan Features. Berikut beberapa penjelasan singkat dari beberapa istilah tersebut.
Probe mengacu dari instrumentation dengan dengan namespace schema – Provider: Module: Function : Name.
Provider – merepresentasikan sebuah metodologi untuk melakukan instrumentasi terhadap system
Module – Nama dari DTrace kernel module atau user library.
Function – Nama dari program fungsi
Name – Nama dari probe contoh: “fbt:zfs:arc_read:entry”
Aggregasi
Sintaks Aggregasi Dtrace adalah @name[ keys ] = aggfunc ( args ). Sintaks ini dapat didefenisikan sebagai berikut :
name – Name variabel aggregasi yang didahului oleh karakter @.
keys – Kumpulan ekspresi D yang dipisahkan oleh simbol koma
aggfunc – Salah satu fungsi-fungsi aggregasi DTrace
args – Kumpulan argumen yang sesuai dengan fungsi aggregasi dipisahkan oleh simbol koma
Predikat.
Program D terdiri dari sekumpulan klausa-klausa probe. Klausa probe memiliki bentuk umum sebagai berikut:
probe descriptions
/ predicate /
{
action statements
}
Berikutnya adalah
Features
Dynamic instrumentation Zero probe effect ketika disable
Instrumentationnya disatukan atau sekaligus Instrument kernel dan applications yang dapat menelusuri flow-control melintas tanpa batas.
Kernel instrumentation. Instrumen terdapat di-kernel subsystems seperti virtual memory, synchronization, scheduler
Data Integrity dalam arti setiap error system atau program selalu dilaporkan
Sebagai fitur yang paling digemborkan dalam Solaris versi 10, DTrace dapat digunakan sebagai:
DebuggingUntuk mengetahui rutin-rutin apa yang sedang dipanggil, argumen dan nilai balik dari setiap fungsi-fungsinya
Analisa KinerjaDapat diamati dimana aplikasi banyak menggunakan waktunya dan berapa lama. Digunakan untuk menggali lebih dalam dan menemukan penyebab utama masalah kinerja
ObservabilitasDTrace membantu pemahaman terhadap sistem. Dapat diketahui siapa yang memanggil sebuah fungsi dan fungsi-fungsi lain apa yang dipanggil oleh satu fungsi tertentu yang sedang dipanggil
Jangkauan Kode (Code Coverage)Sebagai piranti pengetes, DTrace digunakan untuk mengetahui apakah sebuah fungsi dipanggil dan dimana
Dengan Tools yang ada DTrace dapat membolehkan user untuk :
Enable probes dengan cara : #dtrace -n BEGIN
Run D-language scripts dengan cara : # dtrace -s scriptQu.d
Mengamati properties dari DTrace framework di system yang bersangkutan dengan cara : #dtrace –l
- Jumat, 29 Mei 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

__THISRES__189244.jpg)



0 komentar:
Posting Komentar